Sablon Kaos Manual / Seni Cetak Saring

Ngomongin sablon kaos manual, gak akan lepas dari sablon secera general, bisa itu sablon batik, sablon kaos, sablon gelas, sablon kertas maupun sablon – sablon lainnya. Semakin berkembangnya industri cetak saring / sablon di dunia, perlahan tapi pasti mempengaruhi perkembangan dunia sablon di Indonesia. Semakin mudahnya mendapatkan informasi tentang sablon di internet, menjadikan pelaku-pelaku industri sablon semakin berbenah menjadi lebih baik.

Dari beberapa sumber yang saya baca, sablon awal mulanya di temukan di China dan berkembang di jepang. Awalnya sablon digunakan untuk memberikan motif di kimono agar terlihat lebih menarik. Alasanya cukup menarik, pada waktu itu kaisar jepang melarang pembuatan kimono dengan teknik gambar/tulisan tangan, sang kaisar berasalan kimono yang dibuat dengan teknik gambar / tulisan manual akan membuat harga jual kimono tinggi sehingga tidak akan terjangkau untuk semua kalangan. Mungkin kalo dulu udah ada teknologi printer, gak akan ada sablon manual kali ya… mungkin lo…

Setelah berkembang di jepang, sablon mulai masuk ke Eropa dan Amerika sekitar 1900-an. Seniman pop art paling terkenal abad ini (menurut saya) Andy Warhol, beliau merupakan seniman yang mengangkat seni cetak saring dengan banyak mengangkat tema-tema yang deket dengan kehidupan sehari-hari, dia banyak mengolah desain kemasan-kemasan produk menjadi karya seni yang di cetak melalui teknik cetak saring atau lebih populer dengan nama sablonase. Karya yang paling fenomenal dan banyak orang tau salah satunya adalah Campbell’s Soup Cans.

Sablon Kaos Manual
Proses Sablon Campbell’s Soup Cans yang fenomenal
Sumber Gambar : http://www.impress.bg/wp-content/uploads/2016/12/5-Andy-Warhol-Factory-Screenprinting.jpg
Sablon Manual
Proses Sablon Manual Oleh Andy Warhol
Sumber Gambar : http://revolverwarholgallery.com/wp-content/uploads/Andy-Warhol-silkscreening.jpg

Oh ya, sablonase sendiri berasal dari bahasa Belanda Schablon, mungkin karena pengucapannya sulit oleh kebanyakan orang indonesia pada waktu itu, orang-orang tua jaman dulu mengambil keputusan untuk menyebutnya sablon agar lebih menghemat karakter. Gak ada referensi yang bisa saya dapat untuk mengetahui bagaimana sejarah masuknya sablon ke indonesia, bisa jadi dibawa oleh orang-orang belanda atau dibawa oleh para pedagang-pedagang dari china waktu mereka masuk ke Indonesia.

Oke sekian kiranya tulisannya ini saya buat dari merangkum beberapa tulisan yang saya baca, kalo ada yang mau nambah-nambahin dan ngasih referensi tentang sejarah sablon kaos manual dan perkembangannya dari masa ke masa, bisa ninggalin pesan via menu contact biar bisa saya update lagi artikelnya. (Dk/admin)

SALAM GESUT !